Pages

Ads 468x60px

iklan

iba dzig

Rabu, 25 April 2012

Situs Pemerintah Kota Depok

Situs Pemerintah Kota Depok

Link to Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok

Dishub Digrudug Demo P 01

Posted: 24 Apr 2012 07:56 PM PDT

Menanggapi berita media yang akhir-akhir ini terkait maraknya aksi demo angkutan umum khususnya dari trayek P 01 Cileungsi – Cisalak (Angkutan Kota Dalam Propinsi) yang menuntut adanya perpanjangan layanan trayek, yang semula dari Cileungsi – Cisalak,  menjadi Cileungsi – Cisalak – Terminal Depok atau Cileungsi – Cisalak – Simpang Margonda/Juanda melalui Jl. Juanda berputar di depan Hotel Bumi Wiyata.

Trayek P 01 merupakan trayek antar kota dalam propinsi Jawa Barat (AKDP) yang kewenangan ijinnya diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Barat, setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Perhubungan Kota Depok dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Jumlah angkutan umum pada trayek ini disepakati sebanyak 20 unit, terdiri dari 10 unit dari rekomendasi Kota Depok dan 10 unit dari rekomendasi Kabupaten Bogor.

Aksi Demo angkutan umum yang terjadi pada tanggal 19 April 2012 di kantor Dinas Perhubungan Kota Depok dilakukan oleh Koalisi Kebangsaan yang mengatasnamakan gabungan beberapa LSM di Kota Depok serta perwakilan pengemudi angkot P 01.  Tuntutan yang diusung pada saat demo tersebut merupakan tuntutan lama,  tuntutan yang sama pernah dimunculkan beberapa tahun yang lalu, dimana pada demo terdahulu permohonan itu tidak dapat diterima, dengan pertimbangan bahwa lintasan trayek yang dimohon melintasi Jalan Juanda yang merupakan jalan nasional, dimana berdasarkan rencana system transformasi Jabodetabek, jalan juanda merupakan salah satu lintasan yang akan dilayani oleh kendaraan angkutan massal jenis bis sedang dan besar, dan tidak diarahkan untuk angkutan umum jenis bis kecil (angkot). Hal ini juga ditegaskan oleh surat dari Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Barat nomor : 551.21/1141/KD-ANGK tanggal 21 Maret 2007 dan Nomor : 551.21/499/KD-ANGK tanggal 28 Maret yang menegaskan bahwa Lintasan Trayek P01 : Kota Depok (Cisalak) – Kab. Bogor (Cileungsi) sebagai berikut :
"Kota Depok (Cisalak)–Jl. Ry. Bogor – Jl.Sinar Matahari (Pekapuran) – Jl. Kapitan – Jl. Putri Tunggal-  Jl. Bungur – Jl. Tumaritis – Jl. Pringgodani – Jl. Raya Cibubur –  Kab. Bogor (Cileungsi) PP ".

Pada kesempatan tersebut pihak Dishub yang didampingi Polres Metro Depok menerima perwakilan pengunjukrasa untuk berdiskusi secara terbuka. Hal-hal yang menjadi pertimbangan objektif Dishub untuk tidak dapat memenuhi keinginan pendemo tersebut antara lain :
1) Kondisi lalu lintas disepanjang Margonda – Terminal, saat ini sudah sangat padat;
2) Terminal Kota Depok sendiri kapasitasnya sudah tidak memadai;
3) Jl. Ir. H. Juanda akan diarahkan bagi pengalihan – pengalihan trayek yang ada dan bukan trayek baru.
4) Pemerintah Kota Depok sendiri sedang melakukan kajian re-routing angkutan umum untuk memecahkan konsentrasi lintasan angkutan umum sepanjang Margonda Raya.
5) Terminal terpadu sedang dalam proses optimalisasi, sehingga diperlukan penataan kembali, antara lain mengalihkan jalur angkutan arah barat melalui jalan sejajar rel.
6) Pemerintah Kota Depok sedang pula mengupayakan percepatan Terminal Type A Jatijajar, sebagai bagian upaya mengurangi beban Jalan Margonda Raya dan Terminal Terpadu.

Pada kesempatan ini disampaikan pula keluhan trayek D 01 terhadap trayek D 04 yang dianggap melakukan pelanggaran trayek di Jl. Mangga. Untuk itu pihak Dishub Kota Depok berjanji akan melakukan penempatan petugas dilapangan untuk mengantisipasi hal tersebut. Selain itu pihak Dishub Kota Depok juga sedang melakukan penataan trayek pada Jl. Arief Rahman Hakim, Jl. Nusantara Raya dan Jl. Dewi Sartika dalam rangka pemanfaatan jalan sejajar rel. Selama proses transisi penataan trayek arah barat dilakukan, dan untuk menghindari persinggungan antar trayek akan dilakukan penempatan petugas, pada jalur persinggungan yang sering disalahgunakan dan atau menimbulkan permasalahan.

Dishub Digrudug Demo P 01 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Agenda Kegiatan Rabu, 25 April 2012

Posted: 24 Apr 2012 09:49 AM PDT

08.00 WIB
Pembukaan kegiatan Pembinaan Industri Mikro Kreatif Tahun Anggaran 2012 di Aula Lt 1 Balaikota Depok

08.30 WIB
Sosialisasi Perda Kota Depok No 14 tahun 2001 Tentang Ketertiban Umum di
Aula Kantor Kecamatan Limo

08.30 WIB
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 16 di
Hotel Borobudur
08.30 WIB
Rapat tindak lanjut surat Menkokesra di
Ruang Sekda
09.00 WIB
Rakor mengenai penanganan pencemaran gas beracun & kendaraan & pabrik di Ruang rapat BKPP. Wil 1 Jl. Juanda No 4 Bogor
12.00 WIB
Rakor Kepegawaian BKD Propinsi/KAB dan Kota di  Hotel Sariater Jl. Ciater Kab,Subang

15.30 WIB
Tasyakuran dalam rangka peringatan hari jadi ke 13 Kota Depok di Aula Lt. 1 Balaikota Depok

19.00 WIB
Penyerahan Sertifikat Hotel Bintang di
Hotel Papandayan
19.00 WIB
Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah di Hotel Borobudur

Agenda Kegiatan Rabu, 25 April 2012 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Walikota Dalam Acara Pemecahan Rekor MURI ODNR di B Chanel TV

Posted: 24 Apr 2012 09:30 AM PDT

Selasa, 24 April 2012
Press Releas

Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il dalam wawancaranya dengan  B Chanel  TV mengatakan bahwa Pemecahan Rekor Muri ODNR kemarin melibatkan anak-anak SD, SMP, SMA dan SMK para Guru, Orang tua, Pemerintahan dan Masyarakat Depok lainnya. Sebanyak 24520 dari peserta yang resmi terdaftar bahkan mencapai perkiraan jumlah peserta 28000 di Kota Depok pada tanggal 22, April 2012 kemarin berhasil melakukan Pemecahan Rekor MURI Gerakan One Day No Rice. Hal yang perlu disadari adalah semangat untuk mengajak anak-anak didik untuk mulai memahami tentang propaganda, ODNR, mengajak masyarakat Indonesia agar lebih cerdas dalam menjalani hidup.

Beliau juga  mengatakan, mengajak masyarkat menghargai kembali sumber karbohidrat lain, yang dihasilkan dari produk lokal selain beras. Karena masyarakat selama ini hanya tergantung kepada satu komoditas seperti beras, dimana seperti kita Ketahui beras di pulau Jawa saja komoditasnya terbatas dikarenakan suatu kendala cuaca maupun distribusi air yang tidak merata.
Pemecahan Rekor MURI kemarin  dari sisi komoditas, mengkonsumsi secara bersama-sama sumber karbohidrat selain beras dengan lauk akan dapat meningkatkan kesehatan karena akan terhindar dari penyakit diabetes jika dilakukan dengan rutin.

Dilihat dari efektifitasnya, Sosialisasi ODNR maupun melalui Pemecahan Rekor MURI cukup efektif terhadap Pelaku, Orangtua, anak didik, masyarakat Kota Depok, maupun diluar Kota Depok yang tertarik mencontoh untuk diterapkan kedalam pola hidupnya.

Dilihat dari sisi kesehatan akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi si penderita diabetes maupun kita yang ingin menghindari penyakit diabetes  tersebut, karena dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Menurut data, Indonesia merupakan nomor 4 tertinggi didunia Penderita diabetes nya. Kendala yang dihadapi adalah Indonesia tidak terbiasa jika tidak makan nasi, namun Pemerintah Kota tetap optimis dan terus mengajak masyarakat melakukan gerakan ODNR. Pengetahuan tentang keberagaman pangan akan bertambah melalui Gerakan ODNR, seperti ubi, kentang, singkong, kembili, ganyong, pisang dapat dijadikan sebagai pengganti nasi.

Apakah Gerakan ODNR akan ditetapkan sebagai Perda? Walikota menjawab "Gerakan ODNR akan terus menjadi sebuah gerakan yang merupakan keberlanjutan dari Perpress, Permentan, Pergub terkait ketahanan pangan nasional. Hal yang terpenting adalah memberikan Pemahaman bukan sebuah pemaksaan. Walikota berencana akan melucurkan sebuah buku yang mengupas dan segala tentang ODNR dengan melampirkan dari berbagai prespektif yang ada.

Keterkaitan Kementerian dan Provinsi tentang ODNR adalah sangat mendukung gerakan ini, hal itu ditunjukan dengan kunjungan Menteri Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan ke Pemerintah Kota beberapa waktu lalu untuk melihat pelaksanaan ODNRdi Pemerintah Kota Depok. Bahkan ODNR menjadi icon Kota Depok untuk saat ini.

Diakhir Wawancara, Walikota memberikan masukan agar, jika ada pemberian bantuan dalam sebuah musibah disuatu daerah, hendaknya yang diberikan merupakan bantuan yang merupakan komoditas lokal daerah tersebut, sehingga memberikan korelasi terhadap perekonomian  didaerah tersebut, jadi tidak harus selalu beras maupun makanan instan, "ujarnya.

 

 

Kepala Bagian
Humas dan Protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi

Walikota Dalam Acara Pemecahan Rekor MURI ODNR di B Chanel TV adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Rekor Muri ODNR, Tumbuhkan Kebanggaan Generasi Muda Mengonsumsi Makanan Lokal

Posted: 24 Apr 2012 01:02 AM PDT

Sungguh sebuah pemandangan yang menarik saat 24.520 orang siswa SD, SMP, dan SMA berkumpul bersama untuk mengonsumsi aneka penganan lokal yang dibuat dari bahan non-beras dan non-terigu. Sebagai gantinya, mereka semua membawa bekal makanan seperti ubi goreng, kacang rebus, tiwul, jagung, kacang tanah, singkong, kentang, dan aneka umbi-umbian lainnya. Seorang siswa dari SD Tugu 9 Cimanggis bernama Jerry bahkan terlihat antusias saat menghabiskan nasi tiwul dan getuk yang dibawanya dari rumah, "Enak makan tiwul sama getuk. Ibu suka bikinin setiap hari minggu. Kalo waktu di kampung, makan tiwul sama gatot setiap hari. Soalnya suka sih." Celotehnya riang saat diwawancarai oleh reporter www.depok.go.id. Meskipun udara cukup panas dan keringat meleleh di pelipis wajahnya, namun Jerry tampak ceria makan bersama dengan teman-teman satu sekolahnya sambil menunggu acara dimulai. Pagi itu, Minggu, 22 April 2012, Kota Depok mencatatkan sejarahnya di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemegang rekor dengan peserta Makan Makanan Lokal Non-Beras dengan jumlah peserta terbanyak.

Pemecahan rekor ini merupakan sesuatu yang unik dan sarat dengan muatan nasionalisme. Karena di era globalisasi ini, dimana semua bangsa menjadi saling tergantung dan mempengaruhi dalam berbagai bidang kehidupan, tentu menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi Bangsa Indonesia untuk bisa bersaing dan mempertahankan produk-produk unggulannya supaya tidak kalah bersaing dengan negara lain. Prpgram One Day No Rice (ODNR) yang digagas oleh Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Ismail, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menciptakan ketahanan nasional di bidang pangan. Karena sebagaimana diketahui, maraknya perkembangan restoran cepat saji dan gerai-gerai yang menawarkan menu-menu makanan khas negara barat dan negara lainnya membuat masyarakat, termasuk anak-anak, semakin lama jadi semakin menggemari makanan luar daripada makanan khas Indonesia. Hal ini sangat disayangkan mengingat begitu banyak dan beragamnya varian olahan penganan lokal yang tidak kalah nikmat daripada makanan asing lainnya namun menjadi hal yang asing bagi masyarakat kita.

Pemecahan rekor MURI yang diraih oleh Kota Depok dengan melibatkan puluhan ribu siswa di lapangan Kartika Cilodong Depok tiga hari yang lalu, merupakan sebuah langkah nyata dari Walikota Depok untuk menanamkan rasa cinta terhadap makanan lokal sejak usia dini. Karena semua siswa tersebut merupakan generasi muda penerus bangsa. Bila tidak ditanamkan rasa cinta terhadap produk-produk lokal buatan dalam negeri, lalu siapa lagi yang akan bangga terhadap makanan asli Indonesia? (RN/Diskominfo)

Rekor Muri ODNR, Tumbuhkan Kebanggaan Generasi Muda Mengonsumsi Makanan Lokal adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text