Kamis, 26 April 2012
Situs Pemerintah Kota Depok
Situs Pemerintah Kota Depok | |
- Daftar Nama-Nama Peserta Diklat Prajabatan Kota Depok Tahun 2012
- Agenda Kegiatan Kamis, 26 April 2012
- Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
- Kota Depok Berhasil Raih Predikat Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik
- Mahasiswa FISIP UI Belajar Liputan Berita Pemerintahan dengan Walikota
- ODNR dan Upaya Mengurangi Ketergantungan Pangan Impor
| Daftar Nama-Nama Peserta Diklat Prajabatan Kota Depok Tahun 2012 Posted: 25 Apr 2012 08:05 PM PDT |
| Agenda Kegiatan Kamis, 26 April 2012 Posted: 25 Apr 2012 03:09 PM PDT 07.00 WIB 08.30 WIB 09.00 WIB 09.00 WIB 10.00 WIB 10.00 WIB 13.00 WIB 13.00 WIB
Agenda Kegiatan Kamis, 26 April 2012 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Posted: 25 Apr 2012 07:54 AM PDT Selamat dan Sukses, Kota Depok sebagai salah satu kota terbaik se-Indonesia, semoga jajaran birokrat Depok selalu terus memberikan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat Depok. Berikut nama-nama 10 kota terbaik se-Indonesia, antara lain : 1. Yogyakarta 2. Magelang 3. Tangerang 4. Semarang 5. Samarinda 6. Bogor 7. Sukabumi 8. Depok 9. Makassar 10. Cimahi Untuk wilayah Propinsi antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kabupaten Sleman, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Jombang, Luwu Utara, Kulon Progo, Pacitan, Sukoharjo dan Bogor Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| Kota Depok Berhasil Raih Predikat Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik Posted: 25 Apr 2012 04:58 AM PDT Humas Protokol Setda Kota Depok Rabu, 25 April 2012 Kota Depok merupakan salah satu dari 10 Kota yang mendapat penghargaan atas peringkat kinerja terbaik. Kesembilan Kota yang juga menerima penghargaan adalah Yogyakarta, Magelang, Tangerang, Semarang, Samarinda, Bogor, Sukabumi, Makassar, dan Cimahi. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Johan menginformasikan, penilaian dilakukan oleh tim khusus yang melibatkan 10 instansi kementerian dan lembaga pemerintah. Wakil Presiden RI, Boediono mengucapkan selamat kepada 23 penerima penghargaan dan turut bangga atas hasil kerja para pimpinan dan pengelola daerah. " Sistem reward and punishment untuk memotivasi kinerja yang lebih baik memang harus ada. Ini adalah salah satu bentuk reward yang disampaikan pada daerah yang bisa mencapai prestasi. Penghargaan seperti ini sangat penting, namun masih banyak hal yang harus dibenahi terkait otonomi daerah. Penyelenggaraan pemerintahan otonomi daerah sebagai bagian dari keluarga besar NKRI harus berjalan selaras.Tugas kita ke depan adalah menjabarkan lebih lanjut secara detail kewenangan apa yang bisa dijadikan pedoman di lapangan baik untuk intansi pemerintah pusat dan daerah. Supaya desentralisasi kita bisa lebih baik lagi" tutur Boediono sekaligus mengajak seluruh kepala daerah untuk bersama-sama memenuhi tanggung jawabnya sehingga desentralisasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Walikota menginformasikan beberapa kriteria penilaian yang masih dikelompokan kedalam beberapa point yang menjadi fokus penilaian. "Kriteria tersebut antara lain Kinerja Penyusunan Rencana, Kinerja Pelaksanaan Rencana, Evaluasi Hasil Kinerja Rencana Pembangunan Daerah, Terobosan dan Inovasi Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Capaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah" ujar Walikota yang berkeinginan mengundang Otonomi Daerah untuk melakukan pembinaan agar kita bisa melaksanakan pemenuhan persyaratan minimal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Untuk penyerahan penghargaan akan dilaksanakan di Hotel Borobudur dalam acara Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah dan akan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada 23 penerima penghargaan. (ols) Kota Depok Berhasil Raih Predikat Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| Mahasiswa FISIP UI Belajar Liputan Berita Pemerintahan dengan Walikota Posted: 25 Apr 2012 01:04 AM PDT
Walikota Depok menyambut baik kegiatan ini, dan meminta kepada mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai cara pembelajaran dan membekali diri untuk membentuk dirinya apakah menjadi calon media kreator, mengembangkan diri untuk turut serta membangun bangsa ini dan menumbuhkan rasa nasionalisme atau malah memilih jadi destroyer. Selain itu, beliau berpesan: Belajarlah sekarang, Seolah-olah anda besok harus menjelaskan. Fenomena saat ini, kebanyakan berita yang diberitakan adalah berita yang oposisi sehingga kita sebagai pembaca, harus kritis dan pintar-pintar memilih dan memilah berita yang diterimanya serta memahami apa sebenarnya yang melatarbelakangi pemberitaan tersebut. Di era reformasi sekarang ini, media-media lebih memilih kebanyakan memberitakan berita yang bersifat kontroversi meskipun itu faktual dan objektif, seharusnya harus diperhatikan apakah peristiwa tersebut layak diberitakan atau tidak. Media sepantasnya cerdas memperhatikan bahaya dan dampak jangka panjang pemberitaan tersebut kepada generasi muda dan anak-anak. Dipenghujung acara, mahasiswa juga menanyakan maksud sebenarnya dari gencarnya pemberitaan One Day No Rice (ODNR). “ONDR adalah Sebuah Gerakan untuk Merajut Kembali Kedaulatan Pangan Nasional” tutur Walikota. (MM) Mahasiswa FISIP UI Belajar Liputan Berita Pemerintahan dengan Walikota adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| ODNR dan Upaya Mengurangi Ketergantungan Pangan Impor Posted: 24 Apr 2012 10:00 PM PDT
Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap beras, karena mayoritas penduduknya mengkonsumsi nasi sebagai bahan makanan pokok. Berdasarkan data dari www.tempo.co., disebutkan bahwa saat ini orang Indonesia mengkonsumsi beras hingga 130-140 kilogram per tahun/orang. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan orang Asia lainnya yang hanya mengkonsumsi beras sebanyak 65-70 kilogram pertahun/orang. Tingginya konsumsi beras, menyebabkan masyarakat menjadi sangat tergantung dengan ketersediaan bahan pangan yang satu ini. Kondisi ini telah menyebabkan harga beras menjadi mahal dan tidak stabil. Apalagi saat ini Indonesia masih mengimpor beras dari negara lain seperti Vietnam, Thailand, China, India, Pakistan dan beberapa negara lainnya. Sehingga bukan tidak mungkin bila suatu saat pasokan beras berkurang, maka akan memicu inflasi dan stabilitas harga beras di dalam negeri. Oleh karena itu, Program ODNR yang saat ini baru diterapkan setiap hari Selasa di lingkungan Pemerintah Kota Depok ini, sebenarnya memiliki dampak nasionalis yang tinggi. Karena dengan tidak mengkonsumsi nasi dan makanan olahan beras lainnya selama satu hari, dan mengganti beras dengan makanan pokok lainnya seperti singkong, jagung, ubi, kentang, dan umbi-umbian lainnya, selain dapat menurunkan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat dan meningkatkan konsumsi pangan lainnya, juga untuk mengurangi ketergantungan bahan konsumsi impor, dan menjaga kestabilan harga beras serta bahan kebutuhan pokok lainnya, khususnya bahan makanan. Dan yang terpenting dari semua itu, dengan mengurangi konsumsi beras, secara tidak langsung dapat mengurangi impor dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani dan pedagang lokal. (RN/Diskominfo) ODNR dan Upaya Mengurangi Ketergantungan Pangan Impor adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| You are subscribed to email updates from Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar