Pages

Ads 468x60px

iklan

iba dzig

Kamis, 26 April 2012

Situs Pemerintah Kota Depok

Situs Pemerintah Kota Depok

Link to Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok

Daftar Nama-Nama Peserta Diklat Prajabatan Kota Depok Tahun 2012

Posted: 25 Apr 2012 08:05 PM PDT

Agenda Kegiatan Kamis, 26 April 2012

Posted: 25 Apr 2012 03:09 PM PDT

07.00 WIB
Upacara Ziarah Dalam Rangka Hari Ulang Tahun Ke- 13 Kota Depok di Taman Makam Pahlawan Kalimulya Kec. Cilodong

08.30 WIB
Rakor Tata Naskah Dinas Dengan Kab/ Kota Se- Jawa Barat di Ruang Rapat Sanggabuana Gedung Sate Bandung

09.00 WIB
Sosialisasi Permendagri No. 65 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Hotel Mitra Jl. Supratman No. 98 Bandung

09.00 WIB
Kegiatan Gelar TTG Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Moh. Toha Jl. Raya Sancang Km. 17 Komplek Pemda Kab. Bandung

10.00 WIB
Sidang Paripurna Istimewa Dalam Rangka Hari Ulang Tahun Ke- 13 Kota Depok di Ruang Sidang DPRD Kota Depok

10.00 WIB
Musrenbangnas 2012 di Ruang Birawa Hotel Bidakara Jakarta Selatan

13.00 WIB
Rakor Penanganan Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Tingkat Provinsi Jawa Barat di Hotel Lingga Jl. Soekarno Hatta No. 464 Bandung

13.00 WIB
Membuka Rakor Fasilitas Trantibum dan Gakda Secara Terpadu Di Perbatasan Provinsi, Kab/ Kota di Hotel Kinasih Resort Depok  Jl. Raya Cilangkap    Kel. Cilangkap Kec. Tapos

 

Agenda Kegiatan Kamis, 26 April 2012 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Posted: 25 Apr 2012 07:54 AM PDT

Selamat dan Sukses, Kota Depok sebagai salah satu kota terbaik se-Indonesia, semoga jajaran birokrat Depok selalu terus memberikan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat Depok. Berikut nama-nama 10 kota terbaik se-Indonesia, antara lain :

1. Yogyakarta

2. Magelang

3. Tangerang

4. Semarang

5. Samarinda

6. Bogor

7. Sukabumi

8. Depok

9. Makassar

10. Cimahi

Untuk wilayah Propinsi antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kabupaten Sleman, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Jombang, Luwu Utara, Kulon Progo, Pacitan, Sukoharjo dan Bogor

Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Kota Depok Berhasil Raih Predikat Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik

Posted: 25 Apr 2012 04:58 AM PDT

Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release

Rabu, 25 April 2012
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il hadir dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-16 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Boediono digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/4). Kementerian Dalam Negeri selaku penyelenggara, akan memberikan penghargaan kepada provinsi, kabupaten, dan kota yang mendapat prestasi terbaik berdasarkan hasil evaluasi atas kinerja pemerintahan daerah. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menerangkan, penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil evaluasi. "Tahun ini akan diberikan kepada 3 provinsi, 10 Kabupaten, dan 10 Kota yang dinyatakan memiliki prestasi dan kinerja paling baik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah" ujar Gamawan. Ketiga Provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Sepuluh Kabupaten yang mendapat skor penilaian terbaik adalah Sleman, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Jombang, Luwu Utara, Kulon Proggo, Pacitan, Sukoharjo, dan Bogor.

Kota Depok merupakan salah satu dari 10 Kota yang mendapat penghargaan atas peringkat kinerja terbaik. Kesembilan Kota yang juga menerima penghargaan adalah Yogyakarta, Magelang, Tangerang, Semarang, Samarinda, Bogor, Sukabumi, Makassar, dan Cimahi. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Johan menginformasikan, penilaian dilakukan oleh tim khusus yang melibatkan 10 instansi kementerian dan lembaga pemerintah.

Wakil Presiden RI, Boediono mengucapkan selamat kepada 23 penerima penghargaan dan turut bangga atas hasil kerja para pimpinan dan pengelola daerah. " Sistem reward and punishment untuk memotivasi kinerja yang lebih baik memang harus ada. Ini adalah salah satu bentuk reward yang disampaikan pada daerah yang bisa mencapai prestasi. Penghargaan seperti ini sangat penting, namun masih banyak hal yang harus dibenahi terkait otonomi daerah. Penyelenggaraan pemerintahan otonomi daerah sebagai bagian dari keluarga besar NKRI harus berjalan selaras.Tugas kita ke depan adalah menjabarkan lebih lanjut secara detail kewenangan apa yang bisa dijadikan pedoman di lapangan baik untuk intansi pemerintah pusat dan daerah. Supaya desentralisasi kita bisa lebih baik lagi" tutur Boediono sekaligus mengajak seluruh kepala daerah untuk bersama-sama memenuhi tanggung jawabnya sehingga desentralisasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Pemimpin Kota Belimbing mengajak seluruh aparatur dan seluruh stakeholder untuk bersyukur karena Kota Depok berhasil menduduki peringkat 8 dari 10 kota. "Prestasi ini merupakan bukti dari proses peningkatan kinerja yang dilakukan oleh seluruh aparatur dan lembaga karena kita berhasil membuktikan kemajuan yang sangat pesat, sebab di 2011 Kota Depok berada di posisi 81 dari 87 Kota yang dievaluasi. Kini, kita bisa meluncur jauh dan meraih 10 besar. Semua itu atas kerjasama dari seluruh aparatur dan stakeholder juga DPRD. Terima kasih atas kinerja yang luar biasa ini, semoga kita bisa mempertahankannya, dan berharap peringkat saat ini bisa meningkat ditahun-tahun mendatang" tutur Walikota.

Walikota menginformasikan beberapa kriteria penilaian yang masih dikelompokan kedalam beberapa point yang menjadi fokus penilaian. "Kriteria tersebut antara lain Kinerja Penyusunan Rencana, Kinerja Pelaksanaan Rencana, Evaluasi Hasil Kinerja Rencana Pembangunan Daerah, Terobosan dan Inovasi Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Capaian Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah" ujar Walikota yang berkeinginan mengundang Otonomi Daerah untuk melakukan pembinaan agar kita bisa melaksanakan pemenuhan persyaratan minimal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Untuk penyerahan penghargaan akan dilaksanakan di Hotel Borobudur dalam acara Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah dan akan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada 23 penerima penghargaan. (ols)

Kota Depok Berhasil Raih Predikat Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Mahasiswa FISIP UI Belajar Liputan Berita Pemerintahan dengan Walikota

Posted: 25 Apr 2012 01:04 AM PDT

Sekitar 20 orang mahasiswa  FISIP Universitas Indonesia Jurusan Jurnalistik Angkatan 2010, Selasa (24/4) mendatangi Balaikota Depok untuk beraudensi dengan Walikota.
Mereka ditemui langsung oleh Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Isma’il, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Herry Pansila, M.Sc dan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Diah Sadiah, S.Sos.MSi di Ruang Kerja Walikota. Ketua rombongan sekaligus dosen pengajar FISIP UI, Wahyu Dhyatmika menjelaskan maksud kedatangan mereka adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam Liputan berita pemerintahan selain juga menjalin silaturahmi.

Walikota Depok menyambut baik kegiatan ini, dan meminta kepada mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai cara pembelajaran dan membekali diri untuk membentuk dirinya apakah menjadi calon media kreator, mengembangkan diri untuk turut serta membangun bangsa ini dan menumbuhkan rasa nasionalisme atau malah memilih jadi destroyer. Selain itu, beliau berpesan: Belajarlah sekarang, Seolah-olah anda besok harus menjelaskan.
Dewasa ini begitu banyak berita dan informasi yang beredar. Berita tersebut dapat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu sebagai berita gangguan/oposisi dan berita sinergi.

 Fenomena saat ini, kebanyakan  berita yang diberitakan adalah berita yang oposisi sehingga kita sebagai pembaca, harus kritis dan pintar-pintar memilih dan memilah berita yang diterimanya serta memahami apa sebenarnya yang melatarbelakangi pemberitaan tersebut.

Di era reformasi sekarang ini,  media-media lebih memilih kebanyakan memberitakan berita yang bersifat kontroversi  meskipun itu faktual dan objektif, seharusnya harus diperhatikan apakah peristiwa tersebut layak diberitakan atau tidak. Media sepantasnya cerdas  memperhatikan bahaya dan dampak jangka panjang pemberitaan tersebut kepada generasi muda dan anak-anak. Dipenghujung acara, mahasiswa juga menanyakan maksud sebenarnya dari gencarnya pemberitaan One Day No Rice (ODNR). “ONDR adalah Sebuah Gerakan untuk Merajut Kembali Kedaulatan Pangan Nasional” tutur Walikota. (MM)

Mahasiswa FISIP UI Belajar Liputan Berita Pemerintahan dengan Walikota adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

ODNR dan Upaya Mengurangi Ketergantungan Pangan Impor

Posted: 24 Apr 2012 10:00 PM PDT

Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Ismail, yang belum lama ini memecahkan rekor Museum Republik Indonesia (MURI) nasional dan dunia sebagai pemrakarsa makan penganan bukan-beras dengan peserta terbanyak 24.520 orang, dalam berbagai kesempatan selalu meluangkan waktunya untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada publik mengenai pentingnya melakukan diversifikasi pangan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap makanan yang berasal dari beras dan tepung terigu atau dikenal dengan gerakan One Day No Rice (ODNR).

Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap beras, karena mayoritas penduduknya mengkonsumsi nasi sebagai bahan makanan pokok. Berdasarkan data dari www.tempo.co., disebutkan bahwa saat ini orang Indonesia mengkonsumsi beras hingga 130-140 kilogram per tahun/orang. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan orang Asia lainnya yang hanya mengkonsumsi beras sebanyak 65-70 kilogram pertahun/orang.

Tingginya konsumsi beras, menyebabkan masyarakat menjadi sangat tergantung dengan ketersediaan bahan pangan yang satu ini. Kondisi ini telah menyebabkan harga beras menjadi mahal dan tidak stabil. Apalagi saat ini Indonesia masih mengimpor beras dari negara lain seperti Vietnam, Thailand, China, India, Pakistan dan beberapa negara lainnya. Sehingga bukan tidak mungkin bila suatu saat pasokan beras berkurang, maka akan memicu inflasi dan stabilitas harga beras di dalam negeri.

Oleh karena itu, Program ODNR yang saat ini baru diterapkan setiap hari Selasa di lingkungan Pemerintah Kota Depok ini, sebenarnya memiliki dampak nasionalis yang tinggi. Karena dengan tidak mengkonsumsi nasi dan makanan olahan beras lainnya selama satu hari, dan mengganti beras dengan makanan pokok lainnya seperti singkong, jagung, ubi, kentang, dan umbi-umbian lainnya, selain dapat menurunkan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat dan meningkatkan konsumsi pangan lainnya, juga untuk mengurangi ketergantungan bahan konsumsi impor, dan menjaga kestabilan harga beras serta bahan kebutuhan pokok lainnya, khususnya bahan makanan. Dan yang terpenting dari semua itu, dengan mengurangi konsumsi beras, secara tidak langsung dapat mengurangi impor dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani dan pedagang lokal. (RN/Diskominfo)

ODNR dan Upaya Mengurangi Ketergantungan Pangan Impor adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text