Pages

Ads 468x60px

iklan

iba dzig

Jumat, 27 April 2012

Situs Pemerintah Kota Depok

Situs Pemerintah Kota Depok

Link to Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok

Agenda Kegiatan Juma’at, 27 April 2012

Posted: 26 Apr 2012 03:42 AM PDT

Daftar Kegiatan Pemerintah Kota Depok
Jum`at, 27 April 2012

Pukul 07.30 WIB
Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 Kota Depok Tahun 2012
Tempat: Lapangan Upacara Balaikota Depok
Akan dihadiri oleh: Walikota, Wakil Walikota, Asisten Tata Praja, OPD

Pukul 14.00 WIB
Pekan Pameran Festival Kuliner dan Pemberian Penghargaan Produk Unggulan Kota Depok Tahun 2012
Tempat: Depok Town Square jalan Margonda Raya
Akan dihadiri oleh: Walikota, Disperindag

Pukul 19.30 WIB
Penutupan MTQ XXXII Tingkat Provinsi Jawa Barat
Tempat: Lapangan Karangpawitan jalan Ahmad Yani Kab. Karawang
Akan dihadiri oleh: Wakil Walikota, Bagian Sosial, OPD

Agenda Kegiatan Juma’at, 27 April 2012 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sambut HUT Depok

Posted: 26 Apr 2012 03:38 AM PDT

Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release
Kamis, 26 April 2011

Rangkain HUT ke-13 Kota Depok telah dimulai, hari ini 2 rangkaian acara dilaksanakan untuk menyambut hari jadi Kota Depok. Rangkaian acara pertama adalah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kota Depok. Usai Tabur Bunga, dilanjutkan dengan Rapat paripurna istimewa DPRD Kota Depok dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-13  Kota Depok Tahun 2012, Kamis (26/4). Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Rintis Yanto dihadiri oleh Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, Wakil Walikota Depok, Muspida dan Pimpinan Instansi Vertikal di Kota Depok, para Kepala  OPD dan 34 anggota DPRD Kota Depok. Paripurna yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat Kota Depok, dan pemberian penghargaan kepada 50 warga Depok yang dikelompokkan kedalam beberapa bidang, seperti usaha mikro kecil menengah, kesehatan, lingkungan, dan partisipasi lembaga pendidikan.

Awali sambutan, Rintis Yanto mengucapkan selamat hari jadi ke-13 Kota Depok. "Diusianya kini, Kota Depok sudah menjadi kota yang maju dengan pembangunan yang pesat. Semoga pertambahan usia ini bisa membuat Kota Depok semakin maju, aman, damai, dan sejahtera. Dengan tema yang diusung untuk tahun ini, yaitu Dengan Semangat Hari Jadi ke-13 Kota Depok, Kita Capai Depok Kota Layak Anak, Bersih, Tertib, dan Religius, mari kita wujudkan Kota Depok menjadi Kota yang benar-benar memperhatikan masa depan anak-anak. Kita harus bersyukur karena pembangunan di Depok mengalami peningkatan secara drastis" ujar Rintis sekaligus menghimbau kepada jajarannya untuk berperan aktif mewujudkan capaian-capaian sesuai dengan pencanangan yang telah disepakati. Rintis juga menghimbau kepada Pemkot untuk bersama saling bahu-membahu mewujudkan cita-cita masyarakat sehingga Kota Depok semakin maju dan sejahtera. Tak lupa, Rintis juga menghimbau masyarakat agar tetap mencintai kota Depok seperti mencintai pasangan hidupnya sendiri karena wujud kecintaan dapat menghantarkan kita untuk meraih cita-cita.

Pemimpin Kota Belimbing menuturkan, mengingat berbagai keterbatasan sumber daya yang ada dan kepentingan mendesak untuk menyelesaikan issu-issu aktual kota, maka diperlukan pengawalan bersama atas  prioritas pembangunan tahun 2013, yang dalam pelaksanaannya menjadi tanggung jawab kita bersama dengan forum pembangunan, diantaranya Peningkatan kualitas SDM aparatur, Pengembangan pelayanan on-line, Pengembangan keterbukaan informasi publik, Peningkatan kualitas data, Pemantapan ketertiban kota, Pengembangan Industri kreatif & produk unggulan kecamatan, Peningkatan daya tarik investasi, Pendayagunaan aset, Penataan CSR, Peningkatan layanan bidang transportasi, Peningkatan sanitasi kota (sampah, limbah), Peningkatan penanganan banjir, Peningkatan layanan air bersih, Pengendalian pemanfaatan tataruang, Pengembangan Depok Kota Hijau (greencity), Pengembangan wajib belajar 12 th, Pengembangan inovasi daerah, Fasilitasi pemilihan gubernur Jabar, Pengembangan kota layak anak (terpadu), Pengembangan kota sehat, Menuju depok bebas anak jalanan, Peningkatan kemiskinan terpadu dan fokus.

"Melalui momentum Hari Ulang Tahun Ke- 13 Kota Depok, mari kita jadikan Kota Depok menjadi kota yang terus berkembang kearah yang lebih baik lagi, dengan menjalin komunikasi yang intensif dan sinergitas antara eksekutif, legislatif serta seluruh stakeholders yang ada di Kota Depok dan berorientasi kepada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Depok" ajak Walikota Depok sekaligus menginformasikan bahwa Kota Depok meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan berhasil menduduki peringkat 8 dari 10 kota terbaik di Indonesia. (ols)

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sambut HUT Depok adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

One Day No Rice, CBTV Wawancara Walikota

Posted: 26 Apr 2012 03:35 AM PDT

Rabu, 25 April 2012
Press Releas

Dalam wawancaranya dengan CBTV, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il mengatakan" Semangat One Day No Rice ada 2, yang pertama karena ada landasan hukumnya sejak  orde lama di jaman Bung Karno pada tahun 60-an terdapat program perbaikan mutu tanaman rakyat sebagai upaya penganekaragaman pangan. Di jaman Soeharto ada program penganekaragaman pangan dan ada program Beras TeKaD, merupakan beras yang terbuat dari keTela, Kacang, dan Djagung . Kemudian Kami Pemerintah Kota Depok Melalui Permentan No. 43 Tahun 2009 dan Pergub mengenai One Day No Rice, menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Surat Edaran yang berisi himbauan agar melaksanakan ' One Day No Rice' setiap hari Selasa di lingkup Pemerintah Kota Depok. Surat Edaran tersebut telah dikeluarkan sejak bulan September 2011, dan sampai saat ini Walikota terus mensosialisasikan, mencontohkan, dan membiasakan kantin dan kepada Pegawai Pemerintah Kota Depok agar tidak makan nasi pada hari Selasa. Tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat Indonesia untuk menjalankan pola hidup sehat, dengan mengurangi konsumsi karbohidrat yang berlebih dari nasi. Dengan demikian akan berdampak pada berkurangnya konsumsi beras. Diharapkan jika konsumsi beras berkurang, maka akan terciptalah surplus beras, sehingga nantinya dapat menciptakan Ketahanan Pangan Nasional. Walikota berpesan meskipun sumber karbohidrat diganti, Kita harus tetap memperhatikan kandungan Gizi yang seimbang pada lauk yang dimakan.
"Kurangi konsumsi beras dan menghentikan konsumsi terigu, demi mencapai kesehatan dan mensejahterakan petani penghasil bahan lokal non beras".

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan bahwa "tidak hanya untuk Kota Depok tetapi juga untuk kepentingan bangsa, tetapi dimulai dari Kota Depok karena otoritas yang paling dekat adalah Depok. Pada waktu yang sama saat dimulainya gerakan ini tahap-tahap pemerintah melakukan sosialisasinya adalah melalui: Surat Edaran, Sosialisasi oleh Camat, Lurah, dan Pegawai Pemerintah Kota dihimbau untuk megajak keluarganya melaksanakan One Day No Rice, baru kami mensosialisaikan ke Kantin Balikota agar tidak menjual menu beras dan menggantinya dengan umbi-umbian produk dari palawija. Kota Depok juga terus memaksimalkan lahan pertanian yang tersisa untuk ditanami tanaman palawija sebagai penghasil bahan lokal karbohidrat non beras.

"Percayalah bahwa ODNR  merupakan cara cerdas hidup sehat, laksanakan maka kalian akan memberikan kontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan merajut kembali kedaulatan pangan nasional" seru Walikota.
Gerakan One Day No Rice merupakan Gerakan yang tidak mengharamkan makan nasi  melainkan gerakan yang mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi beras dan terigu.

Di penghujung acara, Walikota menghimbau agar melakukan ODNR sehari tanpa nasi, demi mengurangi konsumsi beras dan mengingkatkan ketahanan pangan nasional, atau dapat dilakukan dengan cara lain, seperti makan nasi hanya pada pagi dan siang saja, malamnya dapat diganti dengan makan buah-buahan saja, atau menerapkan mengganti sumber karbohidrat dengan umbi-umbian untuk mengganti nasi setiap harinya seperti yang telah diterapkan Walikota. Ketahanan pangan meningkat, surplus beras meningkat dan kesehatan kita dapat ! .

Kepala Bagian
Humas dan Protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi

One Day No Rice, CBTV Wawancara Walikota adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

“Satpol PP Kota Depok Laksanakan Sidang Tipiring”

Posted: 26 Apr 2012 12:15 AM PDT

Bidang Penegakan Peraturan Satpol PP Kota Depok pada hari Selasa, 24 April 2012 melaksanakan Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi para pelanggar Peraturan Daerah Kota Depok.  Sidang ini dipimpin oleh Hakim Ketua M. Panji, SH dan sebagai Jaksa Penuntut Umum Ramadhan, SH.  Turut hadir dalam sidang tersebut Walikota Depok Bapak Nur Mahmudi Ismail.

Sidang Tipiring tersebut menyidangkan 5 terdakwa yang semuanya didakwa melanggar Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 06 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol yaitu menjual minuman beralkohol tanpa izin.  Kelima terdakwa tersebut adalah :

  1. HRK,  dijatuhi hukuman denda Rp. 5.000.000 dan subsidair kurungan 60 hari dan diharuskan membayar biaya perkara Rp. 2000
  2. HYT alias BY dijatuhi hukuman denda Rp. 600.000 subsidair kurungan 60 hari dan diharuskan membayar biaya perkara Rp. 2000
  3. DK dijatuhi hukuman denda Rp. 500.000 subsidair kurungan 60 hari dan diharuskan membayar biaya perkara Rp. 2000
  4. STR dijatuhi hukuman denda Rp. 300.000 subsidair kurungan 60 hari dan diharuskan membayar biaya perkara Rp. 2000
  5. LM dijatuhi hukuman denda Rp. 500.000  subsidair kurungan 60 hari dan diharuskan membayar biaya perkara RP. 2000

Di samping kelima terdakwa tersebut,  Sidang Tipiring kali ini juga mengadili para pelanggar Perda No. 14 tahun 2001 tentang Ketertiban Umum.  "Tujuan diadakannya Sidang Tipiring kali ini untuk memberikan sanksi dan efek jera kepada para pelanggar Perda Kota Depok" ujar Pak Lutfi  Fauzi, SH selaku Kepala Bidang Penegakan Peraturan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok.(mfa)

"Satpol PP Kota Depok Laksanakan Sidang Tipiring" adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Menikmati makan siang di kantin setelah Rapat Paripurna

Posted: 25 Apr 2012 11:59 PM PDT

Selesai rapat paripurna HUT Kota depok, Walikota depok H. Nur Mahmudi Isma’il menyempatkan makan siang di kantin pemkot depok, walaupun bukan hari selasa namun Walikota Depok tetap memesan makanan tanpa nasi. Makan siang ini ditemani oleh Kepala OPD antara lain, Kepala Dinas Diskominfo Herry Pansila, Kabag Umum Wijayanto, Kepala Kantor Kesbangpolinmas Fitriawan dan Kasubag Humas Dericko. Sebelum memesan makanan Walikota Depok sempat berbincang-bincang sejenak dengan pedagang-pedagang di kantin tersebut. Walikota Depok berpesan pula agar selalu menjaga kebersihan kantin dan kebersihan makanan.

Menikmati makan siang di kantin setelah Rapat Paripurna adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

One Day No Rice, Gerakan Pro Masyarakat Ekonomi Lemah

Posted: 25 Apr 2012 11:33 PM PDT

Kebijakan Sehari Tanpa Makan Nasi atau One Day No Rice (ODNR) yang digagas oleh Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Ismail, ternyata memiliki multi-purpose. Program yang pada hari Minggu, 22 April 2012 lalu berhasil memecahkan rekor Museum Republik Indonesia (MURI) tingkat nasional dan dunia ini, Selain bertujuan untuk mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan, gerakan ini juga memiliki tujuan mulia yaitu untuk melindungi masyarakat ekonomi lemah dari potensi terjadinya krisis pangan (beras). Karena sebagaimana kita ketahui, sebagai salah satu konsumen beras tertinggi di dunia, Indonesia tentu memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap makanan pokok ini. Sehingga apabila terjadi peningkatan permintaan atau penurunan produksi beras, maka secara otomatis harga beras akan terdongkrak naik di pasaran. Dan saat harga beras mengalami kenaikan, maka korban pertama yang terkena dampaknya adalah masyarakat dari kalangan ekonomi yang masih harus mendapatkan perhatian (warga miskin), karena mereka tidak akan mampu membeli bahan makanan pokok ini.

Kondisi seperti inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan terjadinya kerawanan pangan di kalangan warganya. Apalagi bila melihat data saat ini dimana produksi beras Kota Depok hanya sebesar 5220 ton per tahun, sedangkan tingkat konsumsinya mencapai 186.026,990 ton per tahun. Berarti ada defisit beras sebesar kurang lebih 487 ton terhadap produksi perhari. Angka tersebut mengindikasikan adanya kepastian bahwa harga beras semakin hari akan semakin mahal di pasaran,  karena tingkat konsumsi lebih tinggi daripada produksi.

Dilatarbelakangi oleh fenomena tersebut, maka Pemkot Depok secara agresif terus mensosialisasikan kebijakan ODNR ini, karena selain dinilai bisa menurunkan konsumsi beras sebagai bahan makanan pokok masyarakat, juga diharapkan bisa mempercepat penganekaragaman produksi dan konsumsi pangan lainnya seperti sayuran, buah-buahan, pangan hewani, kacang-kacangan, serta umbi-umbian. Dengan begitu, secara perlahan masyarakat bisa mengurangi ketergantungan terhadap beras dan menyadari manfaat positif dari perilaku mengkonsumsi makanan pangan yang beragam, bergizi, berimbang, aman, dan halal.

Karena keberaniannya mengkampanyekan gerakan ODNR dalam mendorong penganekaragaman pangan di masyarakat ini, Walikota Depok pernah mendapatkan apresiasi positif dari Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ahmad Suryana. ODNR merupakan gerakan untuk mengajak masyarakat supaya lebih cerdas dan kreatif lagi dalam mendiversifikasikan menu, sehingga tidak 'terhambakan' oleh beras. Karena nasi tidak selalu bersumber dari beras dan bisa dibuat dari bahan pangan lainnya seperti umbi-umbian. Dengan digalakkannya program ODNR ini, terbukti masyarakat Kota Depok kini menjadi lebih kreatif dalam mendiversifikasikan pangan. Kini mereka telah mampu membuat beras dari bahan umbi-umbian.

Selain itu, dengan mengurangi konsumsi nasi dan penganan non-beras lainnya, para pedagang yang menjual makanan lain yang bukan berasal dari beras bisa memanen untung lebih banyak. Pada acara pemecahan Rekor MURI di Lapangan Tembak Cilodong Depok misalnya, para pedagang singkong rebus, jagung, kacang, combro, talas, dan penganan non-beras lainnya, bisa meningkatkan penghasilannya karena seluruh peserta yang berjumlah 24.520 orang banyak yang membeli makanan-makanan lokal tersebut di luar lapangan. Kondisi ini tentu saja memberikan optimisme baru, karena kedepannya program ODNR diharapkan akan mampu membuka lapangan kerja baru bagi para petani non-beras, meningkatkan pemanfaatkan produk lokal sebagai sumber karbohidrat, menjaga ketahanan pangan nasional, dan menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan diberlakukannya kebijakan ODNR setiap hari selasa bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kantor Pemkot Depok, diharapkan gerakan ODNR ini bisa diikuti oleh masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat tidak lagi mengalami ketergantungan yang tinggi terhadap beras, dan akan terbiasa mengkonsumsi pangan lain dari bahan non-beras. Melalui kampanye di berbagai media massa, Pemkot Depok terus berusaha keras menyosialisasikan program ini untuk mengurangi atau men-zero-kan kasus gizi buruk di wilayahnya. Karena itu, pemkot melakukan gerakan dari dalam agar menjadi contoh bagi publik untuk kampanye diversifikasi pangan. (RN/Diskominfo)

One Day No Rice, Gerakan Pro Masyarakat Ekonomi Lemah adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text