Pages

Ads 468x60px

iklan

iba dzig

Rabu, 13 Juni 2012

Situs Pemerintah Kota Depok

Situs Pemerintah Kota Depok

Link to Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok

Wakil Walikota Hadiri Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Bangsa di SDN I Leuwinanggung

Posted: 12 Jun 2012 02:20 AM PDT

Press Releas
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 12 Juni 2012

Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad menghadiri Gerakan  Sejuta Buku untuk Anak Bangsa di SDN I Leuwinanggung Tapos, pada Selasa (12/6). Turut hadir dalam acara ini  Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Chaerijah, Lurah Leuwinanggung Zarkasih, Ketua  PENA (Komunitas Peduli Anak Bangsa) Bapak Prihandoko yang juga selaku Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Kepala UPT Tapos Djunaedi Chandra dan hadirin lainnya.

Komunitas PENA berdiri pada Mei 2012, yaitu sebuah Komunitas yang menangani kepedulian terhadap pendidikan anak bangsa  yang anggotanya terdiri dari para orangtua, lembaga, instansi, yayasan, maupun organisasi yang memiliki perhatian terhadap urusan rakyat khususnya pendidikan.

Prihandoko menjelaskan bahwa Latar belakang berdirinya komunitas PENA Bangsa ini adalah "lantaran masih kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dan pendampingan anak-anak khususnya dalam hal pendukung pendidikan, contoh yang paling nyata adalah masih banyak anak yang  sulit mendapatkan buku tulis dan perlengkapannya dengan murah dan mudah tanpa dibebani, sulitnya mendapatkan pendampingan terhadap kegiatan belajar mengajar diluar sekolah dengan  biaya murah, dan lain sebagainya yang dapat menghambat terwujudnya harapan anak-anak bangsa dalam menggapai harapan dan cita- citanya. Jika dikaitkan dengan kehidupan generasi muda saat ini komunitas peduli anak bangsa dapat memberikan pendampingan dan memfasilitasi kegiatan agar anak-anak bangsa dapat mengoptimalkan potensi dan bakatnya. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan terbentuknya komunitas peduli anak bangsa untuk menghimpun siapa saja yang peduli dan ingin berkointribusi untuk membantu mewujudkan cita-cita dan impian mereka kedalam satu wadah dan bersama-sama menjalankan program rill untuk bisa dirasakan langsung manfaatnya  bagi generasi muda kita ini, " tuturnya.

Gerakan sejuta buku untuk anak bangsa bertujuan menghimpun buku dari berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan, membantu siswa kurang mampu dengan bantuan berupa buku tulis, membangkitkan kesadaran berbagai pihak tentang perlunya kita peduli terhadap beratnya beban rakyat kurang mampu. Menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak. Pelaksanaan kegiatan pemberian buku dilakukan oleh anggota komunitas di lokasi kecamatan/ kelurahan setempat. Kegiatan ini dilakukan satu kali perbulan seperti adanya penyaluran buku tulis bagi siswa kurang mampu, dan lokasi penyaluran diarahkan pada wilayah/ tempat yang sangat membutuhkan.

Wakil Walikota berharap dengan adanya gerakan ini maka para siswa kurang mampu dari berbagai sekolah yang ada di Depok, lebih termotivasi untuk menggapai cita-cita walaupun dengan semua keterbatasan yang ada. Semoga buku-buku tersebut dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan sehingga anak-anak yang kurang mampu di Kota Depok tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan.

Anggota Komunitas Pena terdiri dari:
LKPD, Yayasan Dompet Ukuwah, Yayasan Bina Masyarakat Madani, Yayasan Keluarga Kreatif Indonesia, Rumah Cinta Keluarga, LSM Bismi, KPMD, Pemuda PUI Kota Depok, Organisasi mhs, Organisasi Siswa, Yayasan Muslimah Smart, Rumah Zakat Indonesia, Komunitas Dunia Ibu, Coqelat Printing, Tokoh Masyarakat, Pendidikan, Kesehatan, sosial dst, Lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap rakyat.

Setelah Launching Komunitas Pena Bangsa tanggal 2 Mei, beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya yaitu : Pada Hari Pendidikan Nasional Pemberian bantuan 2000 buku untuk 200 siswa tidak mampu di SDN Mekar Jaya II, SDN Cipayung, SDN Sukmajaya 3, dan SDN Abadijaya I Kota Depok, Pembagian buku sekaligus sunatan masal di masjid Baitul Makmur RT 002/02 Cisalak Pasar. Pembagian 2500 buku untuk 5 sekolah SD di Kecamatan Tapos pada tanggal 12 JUni 2012, Pembentukan Relawan PENA Bangsa. Adapun Sosialisasi melalui media yang telah dilakukan adalah melalui Talk Show di radio Cemerlang, Talk Show di CB Chanel TV. (WG)

Kepala Bagian
Humas dan Protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi

Wakil Walikota Hadiri Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Bangsa di SDN I Leuwinanggung adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Agenda Kegiatan Rabu, 13 Juni 2012

Posted: 12 Jun 2012 02:12 AM PDT

Agenda Pemkot Depok
Rabu, 13 Juni 2012

08.00 WIB
BPPKB akan hadir dalam Rakor kebijakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di hotel Puri Katulistiwa Kab. Sumedang

09.00 WIB
Walikota akan hadir dalam serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala LP Klas II A Cibinong di Aula LP Klas II A Cibonong.

09.00 WIB
Disdik akan hadir dalam Wisuda siswa/i Gamadream  School di Universitas Pondok Cabe

09.00 WIB
OPD dan BPPKB akan Rakor program terpadu P2WKSS Tahun 2012 di Mushola Al-Muawanah RW. 03 Kel. Lewinanggung Kec. Tapos

Agenda Kegiatan Rabu, 13 Juni 2012 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Satu Hari Tanpa Mobil Dinas, Aparatur Depok Gunakan Motor

Posted: 12 Jun 2012 02:08 AM PDT

Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release
Selasa, 12 Juni 2012

Hari ini (Selasa, 12/6), Walikota H. Nur Mahmudi Isma'il menjalani seluruh aktivitasnya dengan mengendarai sepeda motor. Tak hanya Walikota, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, Camat, dan para Aparatur Pemkot Depok juga menggunakan sepeda motor. Penggunaan sepeda motor merupakan implementasi dari Gerakan One Day No Car (ODNC) yang pertama kali digulirkan di Kota Depok pada hari ini. Gerakan ODNC merupakan tindak lanjut dari Kebijakan Pemerintah melalui Pidato Presiden RI tentang Pelaksanaan Penghematan Energi Nasional yang disampaikan pada tanggal 29 Mei 2012 dan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral RI No. 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak serta hasil kesepakatan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Hari Selasa tanggal 5 Juni 2012 dan Rapat Pembahasan tanggal 8 Juni 2012 untuk melakukan upaya yang mendukung kebijakan dan tindakan penghematan energi nasional di Tingkat Pemkot Depok.

"Gerakan ODNC bukanlah sebuah larangan tapi kesepakatan, dan Alhamdulillah kita semua sepakat untuk menjalankan gerakan ini. Kami sadar dan alangkah bagusnya bila Aparatur mempunyai inisiatif untuk tidak menggunakan BBM Bersubsidi. Ada dua kesepakatan yang didapat dalam Rakor, yaitu (1) Pemegang Kendaraan Dinas yang ada di lingkup kerja masing-masing untuk tidak menggunakan jenis bansin (Gasoline) Ron 88/ BBM Bersubsidi, (2) Seluruh Paratur Pemkot Depok di lingkup kerja masing-masing setiap hari Selasa untuk tidak menggunakan kendaraan dinas roda empat, kecuali untuk pelayanan operasional publik dan perjalanan dinas dalam dan luar kota" papar Walikota yang menggunakan sepeda motor menuju lokasi penutupan TMMD dan Rapat koordinasi(rakor) di Sukmajaya diikuti oleh Sekda beserta jajarannya.

Walikota menuturkan, ODNC adalah sebuah upaya untuk mengurangi volume BBM melalui pengurangan frekuensi kendaraan dengan tidak memakai kendaraan dinas. "ODNC disepakti akan dijalankan setiap hari Selasa, namun ada yang ingin nambah pelaksanaannya, yaitu di hari Jum'at. Dengan ODNC berarti mobil dinas yang istirahat ada sekitar 100 mobil, dengan begitu berarti kita telah melakukan penghematan. Tidak hanya itu, gerakan ini akan berdampak untuk mengurani volume kendaraan dijalan, mengurangi BBM, meningkatkan pendapatan jasa transportasi, hemat energi, dan ramah lingkungan" tutur Walikota sekaligus menambahkan akan berdampak pula pada pengurangan polusi udara. Diakhir Rakor, Walikota tak lupa mengucapkan terima kasih telah menggunakan kendaran alternatif untuk penghematan BBM dan berharap dapat terus dilaksanakan. (ols)

Satu Hari Tanpa Mobil Dinas, Aparatur Depok Gunakan Motor adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

TNI Manunggal Membangun Desa(TMMD) Imbangan Ke-88 Ditutup

Posted: 12 Jun 2012 02:00 AM PDT

Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release
Selasa, 12 Juni 2012

Walikota H. Nur Mahmudi Isma'il menjadi Inspektur Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan Ke-88 TA 2012 di Sukmajaya, Selasa (12/6). Upacara diawali dengan laporan pelaksanaan TMMD dan dilanjutkan dengan  penanggalan tanda peserta TMMD dan penyerahan hasil pembangunan sasaran fisik. Walikota berharap, hasil TMMD bisa dimanfaatkan  dan dirawat secara optimal sehingga usia pakainya bisa lebih lama.

Kegiatan TMMD adalah bentuk kepedulian TNI dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga akan tercipta dan terbina kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam rangka ketahanan nasional dan hasilnya akan menyentuh kepentingan masyarakat. "Terimakasih kepada Dandim 0508 Depok atas sinergi yang terus dilaksanakan dalam kegiatan sosial kemasyarakatannya sehingga turut mensukseskan pembangunan di Kota Depok. Terima kasih pula atas hasil kegiatan TMMD yang berlangsung selama 21 hari ini, baik secara fisik maupun nonfisik karena kegiatan tersebut dapat memberikan pencerahan dan memperkokoh persatuan kita" tutur Walikota.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga sempat memaparkan dan menjelaskan tentang 4 program andalan Pemkot Depok dan menghaturkan terima kasih kepada para siswa yang turut menjadi peserta upacara. "Dengan keberadaan para siswa disini, semoga dapat memberikan pengetahuan dan motivasi akan pentingnya peran TNI" ungkap Walikota.

TNI Manunggal Membangun Desa(TMMD) Imbangan Ke-88 Ditutup adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Selasa, Satu Hari Tanpa Mobil Dinas

Posted: 12 Jun 2012 12:19 AM PDT

Lagi, Walikota Depok Berlakukan Gerakan Pro Rakyat Kecil

Posted: 11 Jun 2012 11:53 PM PDT

Ada pemandangan berbeda saat memasuki kawasan perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pada pagi ini, Selasa (12/6/2012). Nuansa lengang sangat terasa mulai dari pintu gerbang hingga ke pelataran tempat parkir yang berada tepat di samping lapangan kantor Balaikota. Selain puluhan sepeda motor yang berjajar rapi, tidak tampak satupun mobil dinas yang terparkir disana. Suasana pagi yang lengang itu, mulai terasa ceria saat Walikota Depok, H.Nur Mahmudi Ismail memasuki jalur utama jalan menuju Kantor Balaikota Depok untuk memimpin apel pagi. Dengan menggunakan jaket berwarna hitam, H. Nur Mahmudi Ismail terlihat sumringah diatas sepeda motor pribadi yang dikendarainya sendiri dari rumah.

"Saya kesini dengan menggunakan sepeda motor pribadi. Bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang belum lancar mengendarai sepeda motor, jangan dipaksakan ya. Masih banyak alternatif yang bisa dipakai untuk pergi ke kantor. Bagi yang jaraknya dekat, bisa berjalan kaki atau bersepeda. Yang jaraknya jauh, bisa menggunakan angkutan umum." Tutur Walikota Depok di sela-sela sambutannya sebagai pembina apel pagi.

Dalam sambutannya tersebut, Walikota Depok juga kembali menginformasikan kepada seluruh peserta apel tentang pemberalakuan gerakan One Day No Car (ODNC) dimana seluruh pejabat di Kota Depok dilarang memakai mobil dinas pada setiap hari Selasa. Gerakan yang mengacu pada kebijakan Presiden dan Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2012 tentang penghematan bahan bakar minyak dan listrik tersebut, dilakukan selain untuk menghemat anggaran pemerintah daerah, juga sebagai upaya pembelajaran bagi pegawai di jajaran Pemkot Depok untuk selalu konsisten dalam melakukan penghematan energi dengan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Larangan penggunaan mobil dinas setiap hari Selasa ini tidak diberlakukan bagi kendaraan-kendaraan yang melayani masyarakat dan fasilitas publik seperti ambulance, pemadam kebakaran, kendaraan pengangkut sampah, dan sebagainya.

Dengan diberlakukannya pelarangan menggunakan BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas pada 1 Juni 2012 silam, maka seluruh kendaraan dinas berplat merah harus mengisi mobilnya dengan BBM Non-subsidi berjenis pertamax yang harganya dua kali lipat dari harga premium bersubsidi. Karena selama ini ongkos pembelian bensin dibebankan pada keuangan daerah, maka pemberlakuan peraturan ini secara tidak langsung bisa meningkatkan pengeluaran daerah untuk keperluan BBM jajarannya yang menggunakan mobil dinas. Menyadari kondisi tersebut, dimana  penggunaan BBM non-subsidi bisa meningkatkan pengeluaran daerah, maka Walikota Depok beserta segenap jajarannya menyepakati adanya gerakan ODNC yang mulai diberlakukan pada hari Selasa ini.

Selepas apel pagi, masih dengan menggunakan sepeda motor milikinya, Walikota Depok langsung melaksanakan agenda dinasnya untuk menghadiri Penutupan TMMD di Lapangan Masjid Al Islah dan Rapat koordinasi OPD yang akan diselenggarakan di Kecamatan Sukmajaya. Sebelum berangkat, Walikota Depok mengatakan bahwa gerakan ODNC ini juga memiliki dampak ekonomi yang tinggi bagi pekerja angkutan umum. Karena dengan tidak menggunakan mobil dinas ke kantor, akan lebih banyak pegawai pemkot Depok yang menggunakan angkutan umum menuju kantor, "Dengan begitu, secara tidak langsung para pengemudi angkutan umum akan mendapatkan pendapatan yang lebih banyak pada setiap hari Selasa." Tutur Walikota yang sebelumnya telah menggulirkan Gerakan One Day No Rice ini. (RN/Diskominfo)

Lagi, Walikota Depok Berlakukan Gerakan Pro Rakyat Kecil adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text