Pages

Ads 468x60px

iklan

iba dzig

Jumat, 27 Juli 2012

Situs Pemerintah Kota Depok

Situs Pemerintah Kota Depok

Link to Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok

Walikota Gelar Konferensi Pers Terkait Lonjakan Harga Kedelai

Posted: 26 Jul 2012 08:25 PM PDT

Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release
Kamis, 26 Juli 2012

Bertempat di ruang kerjanya, lantai 2 Gedung Balaikota, Walikota H. Nur Mahmudi Isma'il menggelar konferensi pers terkait dengan melonjaknya harga kedelai dunia yang mencapai 19–27 % dan  memicu kelangkaan serta tingginya harga kedelai di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Walikota meminta kepada masyarakat, khususnya warga Depok untuk tidak panik dan menyikapinya secara dewasa. "Dewasa dalam artian, jika kita masih menginginkan barang-barang impor, maka kita tidak bisa selalu mengharapkan untuk membeli barang-barang tersebut dengan harga yang murah, apalagi dalam dinamika pasar bebas seperti saat ini" jelas Walikota. Walikota mengatakan, Pemerintah harus memiliki kebijakan yang melindungi petani lokal serta mendukungnya dengan menyediakan sarana dan prasarana pendukung, bila masih menghendaki kedelai impor. Selain itu, keberpihakan, iklim distribusi transportasi, serta penetapan harga juga harus dilakukan untuk menjamin petani lokal agar tidak mengalami kerugian dan mampu bersaing dengan kedelai impor.

Dalam kesempatan itu, Pemimpin Kota Depok sempat menceritakan tentang sejarah tempe yang berbahan dasar bukan dari kedelai. "Tempe asli orang Indonesia sebenarnya adalah terbuat dari kacang koro dan tidak mengenal tahu. Namun, seiring berjalannya waktu, kita dikenalkan tahu dari dataran Cina dan tempe yang berbahan dasar kedelai sehingga terjadi keterlanjuran ketergantungan pada tempe yang terbuat dari kedelai dan mengabaikan tempe berbahan dasar potensi lokal. Untuk itu, kenaikan kedelai saat ini jangan dijadikan sebagai sebuah gejolak tsunami dunia, tapi jadikanlah sebuah berkah. Jangan panik dan harus cerdas untuk menghadapi realita. Jadikan ini sebagai langkah awal untuk kembali menengok dan bangkitkan lagi potensi lokal" papar Walikota menambahkan situasi ini bisa dijadikan sebagai ajang kesempatan membuka lahan kerja baru.

Diakhir konferensi pers, Walikota memberikan produk alternatif sebagai pengganti sumber protein nabati, yaitu jamur. "Jamur bisa menjadi pengganti tempe yang rasanya seperti daging ayam dan produksinya sangat mudah. Cara mengolah jamur pun mudah, bisa digoreng tepung atau ditumis dengan kacang panjang, buncis, dan lain-lain" ujar Walikota mengatakan sebenarnya banyak alternative lain, namu kita kurang mengapresiasikannya. Cara lain, adalah dengan mengurangi konsumsi tempe/tahu dan beralih pada sumber protein lain/diversifikasi pangan. Mari bersama kembali ke potensi asal agar kita tidak terpenjara pada satu sub sektor saja, karena masih banyak sektor-sektor lain. (ols)

Kepala Bagian Humas & Protokol
Setda kota Depok
Diah Sadiah S.Sos M.Si

Walikota Gelar Konferensi Pers Terkait Lonjakan Harga Kedelai adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Berbuka Puasa di Mesjid Ar-Riyad

Posted: 26 Jul 2012 08:33 AM PDT

Memasuki hari keenam puasa di bulan Ramadhan, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il dan Wakil Walikota Depok H. M. Idris Abdul Shomad beserta rombongan OPD  (Organisasi Perangkat Daerah) Pemerintah Kota Depok berbuka puasa bersama dan sholat tarawih di Masjid Ar-Riyad, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan. Acara buka puasa ini sekaligus memberikan cinderamata kepada pengurus masjid berupa karpet, sajadah, dan peralatan sholat lainnya.

Berbuka Puasa di Mesjid Ar-Riyad adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Dinas Kesehatan Lakukan Pengambilan Sampel Darah Filariasis di Kelurahan Cipayung

Posted: 26 Jul 2012 12:34 AM PDT

Pengambilan Sampel Darah Jari Filariasis di Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung Tahun 2012 dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok. Kegiatan Pengambilan Sampel Darah Jari (PSDJ) ini dilakukan pada tanggal 24 Juni 2012 di Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung bertujuan untuk mengetahui adanya mikrofiliariasis sesudah pemberian obat massal pencegahan filariasis dan tentunya untuk mencegah terjadinya penyakit Filariasis di wilayah Kota Depok. Lebih kurang 500 sampel darah jari berhasil diambil dalam kegiatan ini. Walaupun dilakukan pada malam hari antusias warga Se-Kelurahan Cipayung Kecamatan Cipayung ini cukup baik. Kegiatan dilaksanakan pada malam hari dikarenakan pasien harus dalam keadaan istirahat dan mikro filariasis penyebab penyakit filariasis ini munculnya pada malam hari.

Dinas Kesehatan Lakukan Pengambilan Sampel Darah Filariasis di Kelurahan Cipayung adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text