Jumat, 17 Agustus 2012
Situs Pemerintah Kota Depok
Situs Pemerintah Kota Depok | |
- Sambutan Walikota Depok Pada Acara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-67
- Agenda Kegiatan Jum`at, 17 Agustus 2012
- Belajar Nilai Luhur Pancasila dari Bangsa Jepang
- Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI
- PNS Depok Harus Disiplin Bukan Karena Ada Inspeksi Mendadak
| Sambutan Walikota Depok Pada Acara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-67 Posted: 16 Aug 2012 06:43 AM PDT |
| Agenda Kegiatan Jum`at, 17 Agustus 2012 Posted: 15 Aug 2012 11:58 PM PDT Daftar Kegiatan Pemerintah Kota Depok Jum`at, 17 Agustus 2012 Pukul 08.30 WIB Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2012 Tingkat Kota Depok Tempat: Lapangan Balaikota Depok Akan dihadiri oleh: Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Para Asisten, OPD
Pukul 16.30 WIB Upacara Penurunan Bendera Tempat: Lapangan Balaikota Depok Akan dihadiri oleh: Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Para Asisten, OPD Agenda Kegiatan Jum`at, 17 Agustus 2012 adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| Belajar Nilai Luhur Pancasila dari Bangsa Jepang Posted: 15 Aug 2012 11:38 PM PDT Dalam pelajaran sekolah yang saya terima saat masih duduk di bangku sekolah SD sampai kuliah, terutama pelajaran/mata kuliah yang terkait Pancasila, saya diajarkan nilai-nilai luhur sebagaimana yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Dari pelajaran yang saya terima saat itu, saya sangat kagum dan bangga sebagai bangsa Indonesia, karena begitu luhurnya budaya Indonesia. Bangsa Indonesia dahulu dikenal sebagai bangsa yang ramah, sopan, agamis, bersahabat, dan jauh dari kekerasan. Namun budaya itu saya rasakan saat ini sudah mulai luntur. Sikap anarkis, emosional, korup, tidak disiplin, menjadi hal yang sering kita dengar dan saksikan terjadi di Indonesia. Entah apa yang terjadi dengan bangsa Indonesia saat ini, semoga saja di masa mendatang nilai-nilai luhur seperti yang diajarkan dalam agama dan Pancasila dapat kembali hidup dalam kehidupan bangsa Indonesia. Selama berdomisili di Tokyo, saya merasakan nilai-nilai dan budaya luhur seperti apa yang saya pelajari saat di bangku sekolah dulu. Dalam tulisan ini saya mencoba menceritakan nilai-nilai luhur yang saya temukan dalam kehidupan sehari-hari di Jepang, yang semoga saja dapat menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia, khususnya diri saya sendiri. Jujur Dalam keseharian masyarakat Jepang, kita akan merasakan bagaimana prilaku jujur itu teraplikasi dengan baik. Saat berbelanja kita tidak perlu khawatir akan ditipu oleh si penjual, baik dalam hal kualitas dan kuantitas barang. Saat menggunakan transportasi umum seperti kereta api atau bis, kita tidak perlu khawatir akan hilangnya barang milik kita seperti dompet dan telepon genggam. Suatu peristiwa yang membuat saya kagum akan kejujuran bangsa Jepang pernah saya alami. Suatu ketika teman saya pernah ketinggalan dompet di salah satu lokasi stand pameran otomotif di Tokyo. Kami pun bergegas kembali ke lokasi stand tersebut. Ternyata dompet teman saya masih terletak di sebuah meja dengan posisi yang sama saat teman saya meletakkan dompetnya. Berarti tidak ada seorangpun yang menyentuh dompet itu, meskipun sudah lebih dari sejam dompet itu tertinggal, padahal di sekitar meja tersebut terdapat banyak pengunjung lainnya. Memang sudah menjadi budaya di Jepang, bahwa masyarakatnya tidak akan menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya. Seandainya pun ada yang mengambil, akan diserahkan ke pos polisi terdekat. Jadi apabila kita mengalami kehilangan barang, biasanya kita akan dapat menemukannya kembali dengan menelusuri lokasi yang pernah kita lewati, atau menanyakan ke pos polisi terdekat disekitaran lokasi hilangnya barang tersebut. Disiplin Prilaku disiplin bangsa Jepang dapat tercermin diantaranya dengan budaya antri dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Di Jepang kita akan sering menjumpai masyarakat yang sedang mengantri dengan tertib, seperti antrian penumpang bis, kereta api, dan antrian saat hendak makan siang di sebuah rumah makan. Semua orang baik anak-anak maupun manula akan mengikuti antrian dengan tertib, tidak ada yang minta didahulukan dengan alasan usia atau apapun juga. Dalam hal kepatuhan terhadap peraturan, sikap disiplin masyarakat Jepang contohnya dapat dilihat dari cara membuang sampah. Di Jepang setiap harinya telah diatur jadwal jenis sampah yang akan diangkut oleh mobil sampah, misalnya hari Senin untuk sampah daur ulang dan Selasa untuk sampah yang bisa dibakar. Masyarakat dengan tertibnya akan memilah-milah jenis sampah dan membuangnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kebersihan Kebersihan sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Jepang. Kebersihan di jalan, pasar, dan kendaraan umum, terpelihara dengan baik setiap hari. Saat beraktivitas di luar rumah kita tidak perlu khawatir apabila ingin membuang air kecil/besar, karena seluruh toilet umum yang tersebar di stasiun, taman, bandara dan tempat umum lainnya dapat kita nikmati dengan nyaman dan bersih. Sudah menjadi suatu aturan tak tertulis di Jepang bahwa setelah kita menggunakan toilet, maka kondisi kebersihan toilet harus tetap kering dan bersih, sebagaimana kondisi toilet sebelum kita gunakan. Hal ini dilakukan agar orang yang akan menggunakan toilet setelah kita, dapat merasakan kenyamanan dan kebersihan seperti yang kita rasakan. Sabar Selama 7 bulan tinggal di Tokyo, sangat jarang saya melihat orang Jepang yang marah atau emosi terhadap sesuatu hal, apalagi sampai timbulnya perkelahian. Tidak ada supir angkutan yang berteriak dengan makian, tidak ada orang yang marah karena badannya tersenggol oleh orang lain saat di kereta api. Bahkan pernah suatu ketika saya melihat 2 mobil taksi bertabrakan di sebuah lampu merah di Tokyo. Kedua supir taksi tersebut lalu keluar dari mobilnya masing-masing dan saling berbicara dengan sopan dan suara yang lembut. Selanjutnya salah satu supir taksi menelpon polisi, yang tidak lama kemudian petugas polisi datang dan menyelesaikan permasalahan ini sesuai ketentuan. Bersyukur dan ikhlas Orang Jepang senantiasa mensyukuri segala sesuatu yang telah dimilikinya. Inilah yang membuat masyarakat Jepang dalam bekerja selalu penuh semangat, ikhlas, dan terlihat menikmati pekerjaannya , apapun jenis pekerjaannya. Pelayan toko, supir bis, petugas parkir, cleaning service, mereka semua saya perhatikan melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Tidak terlihat kesusahan di raut wajah mereka, meskipun mungkin saat itu mereka sedang menghadapi permasalahan ekonomi. Bagi pekerja seperti mereka, biaya hidup di Tokyo yang merupakan kota termahal di dunia pastilah cukup berat dirasakan, karena umumnya gaji mereka sebesar standar upah minimum. Saya ianpernah menanyakan kepada seorang wanita petugas cleaning service di gedung perkantoran tempat saya bekerja, namanya Tatsuno Kimiki. Saya bertanya kepadanya mengapa dalam bekerja setiap harinya, dia selalu terlihat gembira dan bersemangat. Wanita itu menjawab bahwa dia sangat senang, menikmati, serta mensyukuri pekerjaannya, sehingga dia melakukannya dengan ikhlas dan bersungguh, meskipun gaji yang diterimanya tidaklah seberapa. Toleransi Mengemudikan kendaraan di Tokyo bagi saya sangat menyenangkan. Hal ini selain dikarenakan kepatuhan pengguna jalan terhadap lalu lintas, juga ditambah lagi dengan rasa pengertian dan toleransi sesama pengguna jalan. Suara klakson mobil bisa dikatakan hampir tidak pernah terdengar, karena semua pengendara selalu bertoleransi sesama. Sebagai contoh saat saya akan berpindah lajur jalan, maka dengan segera pengendara lain yang berada di lajur tersebut akan berhenti atau mengurangi kecepatan kendaraannya untuk memberikan saya kesempatan berpindah lajur. Sikap toleransi masyarakat Jepang lainnya juga terlihat saat kita menggunakan kendaraan umum seperti bis atau kereta api. Semua penumpang akan menonaktifkan nada (silent) telepon genggamnya, dan menghindari berbicara di telepon kecuali bila mendesak. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu ketenangan penumpang lainnya. Itulah beberapa contoh nilai luhur seperti yang terkandung dalam Pancasila yang dapat kita lihat dalam budaya hidup bangsa Jepang. Semoga saja kedepannya nilai-nilai tersebut dapat lebih sering kita alami dan rasakan dalam keseharian masyarakat Indonesia, dibandingkan dengan apa yang terjadi sekarang. (TM/Kompasiana) Belajar Nilai Luhur Pancasila dari Bangsa Jepang adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Posted: 15 Aug 2012 11:03 PM PDT Humas Protokol Setda Kota Depok Press Release Kamis, 16 Agustus 2012 Walikota dan Wakil Walikota Depok H Nur Mahmudi Isma'il dan H M Idris Abdul Shomad hadir dalam rapat paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Tahun 2012 diruang sidang DPRD Kota Depok, Kamis (16/8). Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kota Depok Hj. Etty Suryahati beserta jajaran, Muspida dan Instansi Vertikal di Kota Depok, turut mendengarkan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-67 RI. Dalam pidatonya, Presiden SBY menargetkan akan membawa Indonesia menjadi negara maju dengan perekonomia yang kuat dan berkeadilan di tahun 2045, yaitu bertepatan 100 tahun Kemerdekaan RI. "Kita bertekad, pada tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan Indonesia, dapat membangun ekonomi yang kuat dan berkeadilan, demokrasi yang stabil dan berkualitas, serta peradaban bangsa yang maju dan unggul" tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus mengajak rakyat Indonesia untuk menjadikan momentum peringatan Proklamasi Kemerdekaan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini sebagai hari kemenangan, sekaligus lembaran baru, untuk menyongsong masa depan bangsa dan negara yang lebih sejahtera, adil dan maju. (ols) Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| PNS Depok Harus Disiplin Bukan Karena Ada Inspeksi Mendadak Posted: 15 Aug 2012 11:00 PM PDT Press Releas Libur dan cuti Hari Raya Idul Fitri 1433 H dimulai tanggal 17 Agustus 2012 setelah melaksanakan Upacara HUT RI ke-67 di Lapangan Balaikota Depok. Seperti tahun –tahun sebelumnya PNS diingatkan agar tidak membolos kerja di hari terakhir kerja jelang libur Hari Raya Idul Fitri . Dihari terakhir kerja jelang Hari Raya Idul Fitri rutin dilakukan inspeksi mendadak oleh Walikota, Wakil Walikota bersama BKD di lingkungan Pemerintah Kota Depok. Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad, memeriksa daftar hadir para PNS Kota Depok, dan melihat kehadiran pegawai di beberapa dinas yang di inspeksi oleh nya dan tim inspeksi. Beliau melakukan inspeksi ke Dinas Pendidikan, PMKP dan BPPKB. OPD yang telah dikunjunginya itu , didapati Pegawainya lengkap dan hadir semua sesuai dengan yang tertera pada daftar hadir. Idris Abdul Somad, mengatakan" dari beberapa dinas yang di sidak, semuanya pegawainya lengkap sesuai dengan tertera pada daftar hadir. Beliau berharap hendaknya kedisiplinan, dan tingkat kehadiran yang tinggi pada PNS Kota Depok tidak hanya sewaktu dilakukan sidak. Hari-hari lain walaupun tidak dilakukan sidak, hendaknya PNS memiliki kesadaran dalam hal kedisiplinan kerja, baik kehadiran maupun dalam hal penyelesaian pekerjaan, "tuturnya. Usai melakukan sidak di tiga tempat tersebut, Beliau melanjutkan perjalanan ke DPRD Kota Depok untuk mendengarkan Pidato Kepresidenan HUT RI ke 67 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (wg) Kepala Bagian PNS Depok Harus Disiplin Bukan Karena Ada Inspeksi Mendadak adalah berita dari : Situs Pemerintah Kota Depok |
| You are subscribed to email updates from Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar